Kerja Kita Harus Dimulai dari R&D
Program Utama Bidang Information dan Communication Technology (ICT) PII adalah mencari cara-cara untuk mendorong pertumbuhan. Untuk itu, ICT perlu support lingkungan. Bentuknya macam-macam, termasuk dukungan financial, perbangkan dll. Tapi yang teknis, pertama SDM. Bukan hanya supaya SDM kita mampu, tapi juga certified. Begitu Ir. Ashwin Sasongko, Ketua Bidang ICT PII memulai perbincangannya.
Yang paling mahal memang software engine-nya. Lalu produk dan testingnya. Produk perlu tes juga dan ada biayanya. Lalu komponen, baik pada software maupun hardware. Pada game pesawat tempur saja misalnya, perlu beberapa komponen yang sumbernya bias berbeda-beda. Maneuver pesawatnya, senjatanya, magasinnya, gerak orang-orangnya, dst. Semua itu harus tested, bugsfree, dst.
Saat ini di berbagai institusi di Indonesia sudah ada unit-unit yang secara terpisah mengembangkan industri kreatif berbasis ICT. Sayangnya semua kekuatan ini belum terintegrasi. PII melalui ketua umumnya, Ir Airlangga Hartarto sudah menyampaikan secara tertulis kepada pemerintah, dalam hal ini para menteri, agar unit-unit atau center berbasis ICT yang masih terpisah-pisah ini bisa terintegrasi sehingga dapat diharapkan bekerja sama.
Berita baiknya, tidak ada satu Negara pun yang kompetitif di dalam semua bidang. Karena itu kita harus pikirkan, di sector-sektor mana saja kita bisa kompetitif di dunia. Yang penting, jangan semuanya kita beli dari luar negeri. Harus ada nilai tambah yang kita beri dalam produksi yang kita jual di pasar dunia.
Tahapan kerja kita harus dimulai dari R&D dan engineering. Hanya itu, nggak ada jalan lain. Untuk membuat suatu produk, kita harus mengerjakan riset dari awal. Setelah riset, lalu dibuat prototype-nya. Itu pun biasanya tidak langsung jadi karena ada saja kelemahannya di sana sini. Lalu eksperimen lagi, buat prototype lagi, hingga sampai dicapai hasil sesuai dengan keinginan.
Daftar Pustaka :
http://pii.or.id/i/kerja-kita-harus-dimulai-dari-rd