Prospek SDM Bidang Engineering di Indonesia
by : Doni Purnama Alam

Mulai bulan juli tahun 2005 pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakkan hemat energi dan tahun ini
bahkan ada pemadaman bergilir akibat pasokan energi listrik yang berkurang, serta akibat sebagian
pembangkit masih menggunakan minyak bumi yang harganya sangat tinggi. Salah satu solusi alternatip
untuk menambah pasokkan energi listrik ini adalah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Mengingat
teknologi tenaga nuklir ini diperlukan tenaga kerja (SDM) dengan keahlian dan kedisiplinan tinggi, serta
jumlah tenaga kerja yang cukup banyak maka sejak dini harus sudah dipersiapkan SDM yang sesuai dengan
spesifikasi yang diperlukan, sehingga saat PLTN harus segera dibangun di Indonesia SDM-nya sudah siap.
Salah satu kebutuhan SDM yang cukup penting adalah bidang engineering, untuk antisipasi kebutuhan SDM
tersebut maka perlu dipersiapkan spesifikasi keahlian seperti apa dan bagaimana caranya. Dengan
melakukan studi proses rancang bangun mulai dari konsep filosofi disain, basic engineering disain, detail
engineering disain, procurement, kontruksi sampai komisioning, operasional dan maintence maka
identifikasi kebutuhan SDM dengan spesifikasinya dapat ditentukan. Selanjutnya bahasan ini dapat
memberikan masukan kebijakan untuk diklat-Batan maupun instansi yang terkait dalam persiapan SDM
engineering untuk dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.
“posisi Engineering sangat menjanjikan untuk pekerjaan yang memiliki tanggung jawab tinggi dengan kapasitas SDM yang banyak, sehingga dengan adanya spesifikasi SDM bidang Engineering dapat meningkatkan pendapatan negara”
Software engineering didefinisikan oleh Fritz Bauer sebagai: penerapan dan penggunaan prinsip-prinsip engineering yang baik dalam rangka menghasilkan software yang ekonomis, reliable, dan bekerja secara efisien pada komputer sungguhan. Andy Zaidman et.al, dalam papernya mengemukakan bagaimana developer menguji software-software open-source. Sistem rekayasa perangkat lunak (SW-Engineering) merupakan sebuah aktivitas multidisplin, dimana sejumlah “artifacts” dikreasi dan dimaintain, secara sinkron. Dalam paper mereka diselidiki apakah kode produksi dan test-test yang terkait berevolusi juga, melalui eksplorasi sistem versi proyek, code coverage reports dan size-metrics. Dari hasil pengujian tiga open source sebagai case studies diperoleh hasil bahwa ;
a) aktivitas-aktivitas testing biasanya dimulai berikutnya selama waktu hidup (lifetime) dan lebih terfasekan, dan
b) tidak terobservasi adanya peningkatan aktivitas testing sebelum ada releases. Bahkan, teramati bahwa
c) terdapat perbedaan yang besar pada tingkat-tingkat “test coverage” ketimbang proporsi kode test yang ada.
Menurut Romi Satriawahono, paling tidak yang saya perhatikan perlu kita benahi dan soroti adalah sebagai berikut:
- Memperbaiki kurikulum pendidikan jurusan computing, khususnya bidang Software Engineering termasuk untuk development technique, standard methodology, certification, management, dan entrepreneurship
- Keterlibatan pemerintah diperlukan dalam membuat pipa antara software developer dan pasar, juga masalah kebijakan proteksi ke perusahaan software lokal
- Mengarahkan SDM software engineer kita untuk memiliki keunggulan defacto (kreatifitas) dan keunggulan dejure (degree) sekaligus, dalam level sesuai dengan kemampuan yang bisa diraih
- Membina para spesialis software engineer kita untuk menjadi seorang versatilist, karena Gartner Group memperkirakan dalam laporan khususnya bahwa dalam tahun 2010, pasar IT dunia akan dikuasai oleh para versatilist, yang menggerus 40% lapangan kerja spesialis
- Yang terakhir, manfaatkan Internet sebagai alat softmarketing, personal branding dan knowledge sharing. Dengan populasi lebih dari 1 miliar pada tahun 2008 ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan masuk, bersentuhan dengan Internet dan secara tidak sadar Internet membentuk kultur dan behavior baru dalam kehidupan sehari hari. Sekali lagi tidak ada satu media massapun yang akan bisa menandingi oplah media bernama Internet ini.
Lima poin diatas seperti biasa, saya jelaskan, uraikan dan argumentasikan kepada audiense secara riil dengan mengambil contoh apa yang saya lakukan saat ini baik dalam kerangka bisnis, education dan social-networking.
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan SDM dalam bidang Engineering sangat dibutuhkan di Indonesia mengingat keterbatasan SDM yang ada salah satu kasus seperti pada kasus PLTN di Indonesia, namun demikian kebutuhan itu tidak dapat digantikan dengan baik mengingat apa yang dikatakan oleh Romi Satriawahono yaitu perbaikan ilmu dibidang Engineering belum bisa di perbaiki di Indonesia mengingat keterbatasan SDM bidang Engineering dan faktor lain yaitu pemanfaatan Sumber Daya khusus bidang Engineering.
Rekayasa perangkat lunak menyajikan perspektif yang luas terhadap sistem rekayasa perangkat lunak, dengan konsentrasi pada teknik-teknik yang digunakan secara luas untuk membangun sistem perangkat lunak skala besar. SDM yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan Rekayasa Perangkat lunak sangat diharapkan di Indonesia.
Pada dasarnya kemungkinan pengembangan bidang Engineering di Indonesia masih mungkin dilakukan mengingat kebutuhan yang sangat baik bidang Engineering oleh karena itu perhatian terhadap Engineering perlu difokuskan, baik dalam bidang pendidikan, pemanfaatan internet dan pengontrolah sumber daya Engeneering.
Daftar Pustaka :
(http://romisatriawahono.net/2008/06/30/software-engineer-sebagai-sebuah-profesi)
Triharjanto, Ahmad Chamsudi. 2008. Menyiapkan SDM Engineering untuk menyonsong Pembangunan PLTN. Yogyakarta
Sommerville, Ian. 2004. Software Engineering Jilid 2. Erlangga